1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Observasi ini di laksanakan pada
tanggal 03 juni 2014 di Rumah Kupu – Kupu Universitas Negeri Semarang.
2. Tujuan Pelaksanaan
-
Untuk
mengetahui Berbagai macam jenis dan spesies kupu – kupu, khususnya yang ada di
Universitas Negeri Semarang
-
Mengetahui
Habitat yang baik untuk tempat hidup kupu – kupu
-
Mengetahui
Perbedaan Kupu – Kupu dan Ngengat
-
Mengetahui
Proses Penangkaran dan Spesies Apa saja yang di tangkar di rumah Kupu – Kupu
Universitas Negeri Semarang
3. Uraian Materi
Kupu – kupu menempati
urutan 8 dengan endemitas mencapai 700 spesies, Kupu – kupu masuk dalam Ordo Lepidoptera
yaitu kelompok serangga bersayap sisik (terdiri dari sisik-sisik yang sangat
banyak ). Di Uiversitas Negeri Semarang sendiri pada tahun 2009 terdapat 109
jenis Kupu – kupu termasuk satu jenis Kupu – kupu yang di lindungi dan pada
tahun 2011 terdapat kurang lebih 90an jenis kupu-kupu. Seringkali orang – orang
sulit membedakan antara kupu – kupu (Rhopalocera) dan ngengat (Heterocera)
bahkan menganggap keduanya sama. Berikut adalah perbedaan antara kupu – kupu dan
ngengat :
a. Corak Warna, Kupu – kupu memilki warna – warna yang
lebih menarik , sementara ngengat secara umum memiliki warna – warna yang kusam
b. Bentuk antenna, Bentuk antenna Ngengat bentuk seperti
daun kelapa dan di ujungnya lancip. Sementara Kupu – Kupu Bentuk antenna seperti
tongkat lurus dan ada pentolan di ujung
c. Sisi Aktivitas, Kupu – kupu aktif di siang hari
sementara Ngengat aktif di malam hari
d. Ulat Kupu-kupu tidak berbulu dan tidak
mengakibatkan gatal-gatalo, sementara Ulat ngengat berbulu dan gatal
e. Bentuk kepompok kupu-kupu langsung
(disebut Cristal) kepompong ngengat di bungkus semacam sutra (disebut kokom)
Kupu – kupu Jantan dan betina memiliki
corak yang sama persis, perbedaannya pada alat kelamin kupu – kupu betina
memiliki semacam klep yang mengikat kelamin jantan. Dan kupu – kupu betina
memiliki keahlian khusus yaitu mimikri ke jenis kupu – kupu lain untuk
mengelauhi mangsanya.
Siklus
Kupu – kupu :
1. Telur
2. Telur Berkembang
3. Menetas
4. Ulat Makan Cangkang Telur
5. Ulat makan Daun-daunan Muda
6.
Menyelongsor
Ganti Kulit (4-6 x)
7.
Ulat
bisa lebih besar 100X dari saat menetas
8.
Kepompong
terbentuk 1 – 2 hari , pada saat ini harus berhati – hati karena sentuhan
sedikit
bisa mengakibatkan kepompong gagal terbentuk dan ulat akan mati .
9.
Kepompong
terbentuk sempurna
10.
Kepompong
mulai terbuka
11.
Dewasa
Kupu – Kupu keluar
12.
Kupu-kupu
Dewasa
Kupu – kupu memiliki umur sekitar 3 –
4 minggu setelah itu kupu-kupu bertelur dan mati. Pada musim dingin kupu – kupu
aka melakukan Hibernasi dan migrasi untuk mencari makanan. Habitat kupu – kupu tidak
boleh terlalu lembab.
Ancaman Kupu – Kupu :
1.
Pemangsa
( Laba-Laba )
2.
Penyakit
3.
Serangga
yang menyuntikan sel-sel telur kedalam ulat yang menjadi parasit bagi ulat
4.
Manusia
Mengapa
Kupu – Kupu Menjadi Penting?
1.
Membantu
Polinasi atau penyerbukan
2.
Salah
Satu bio indicator Lingkungan
Kupu – kupu sangat sensitive terhadap
asap, pencemaran, dan membutuhkan air jernih untuk mineral
3.
Memiliki
nilai ekonomi dan budaya tinggi
Kupu-kupu di perdagagangkan dan harga
satu kupu-kupu bisa sangat mahal.
word version sedot gan (peerlu pasword silakan komen gan)
word version sedot gan (peerlu pasword silakan komen gan)
